Wednesday, December 7, 2011

#mbaleni

Kladuk kebacut ucape padha sora... Swarane... Lumuh wirang becik wurung sepi sepa sedyane... -cangkiran-

Sedya tanpa tekad, kaya cebol nggayuh lintang... Alah lintang tanpa sunar, peteng dhedhet lelimengan. -cangkiran-  

Ceramah wae | Lha wong kowe ra bisa dikandhani | Ora ngono ngono ngono | Kudu ngono | Ngawur ngawur | Dadekna ngono. -cangkiran-  

Aja ngeyel dhasar rewel | Byuh keminter ngatur-atur | Iki tandha tresna | Kok nesu saben dina. -cangkiran-

Nesu nganggo dhasar | Dhasarmu ra nganggo tresna... -cangkiran-

#serapsurya

Sugeng Serap Surya... Baik yang sudah mandi maupun yang sudah dua kali.

Sugeng Serap Surya... Baik yang akan menang maupun yang belum pernah kalah.

Sugeng Serap Surya... Baik yang menjalani maupun yang menjalankan.

Sugeng Serap Surya... Baik yang berdua maupun yang diduakan.

Sugeng Serap Surya... Baik yang sudah Dewa maupun yang mendewakan.

Sugeng Serap Surya... Baik yang perang di hatinya maupun yang damai di lagunya.

Sugeng Serap Surya... Basanta sumurubing cakrawala... gya sumeleh nglungguhke rasa.

#sanditama

Beberapa orang baru bangkit setelah direndahkan. -Kresna-

Jika rumah tak berpintu, mungkin agar kau tak usah mengetuk. -Semar-  

Beberapa orang berhenti memanjat karena pohonnya tumbang. -Tremboko-  

Berbagi saat lapar dan berbagi saat kenyang itu berbeda. -Yudistira-

Sebagaimana simpanan pada umumnya, rahasia juga berbunga. -Hagnyanawati-  

Mendaki itu memburu pagi di tanah tinggi, sedang puncak dan matahari tak kemana-mana. -Arjuna-  

Sabar menumbuhkan daun, brutal mematahkan pokok pohon, dendam membusukkan akar. -Abyasa-

#pernahkah

Pernahkah kamu kesal di sebuah malam lalu paginya menyesal? -Utari-

Pernahkah bidikan panahmu digoyahkan oleh napasmu yang memburu? -Karna-  

Pernahkah tubuhmu dibanjiri gerah, sementara hatimu menggigil? -Banowati-  

Pernahkah kemenangan membuatmu merasa kalah? -Arjuna-

Pernahkah tawamu menghentikan tawa orang lain? -Semar-  

Pernahkah tangismu ditertawakan? -Drupadi-  

Pernahkah senyummu membuat seseorang kecewa? -Pandu-

Pernahkah kau muntah karena madu yang terlalu pekat? -Hagnyanawati-  

Pernahkah kau dikejutkan oleh kesunyian? -Parasu-  

Pernahkah langkahmu disalip oleh kenangan? -Bisma-

Pernahkah kau kehilangan di sebuah pertemuan? -Kunti-  

Pernahkah kau disesatkan oleh gugusan bintang? -Boma-  

*silent... Hmm... Cukup sekali.

Pernahkah kau bersaing dengan rumput untuk setitik embun? -Abimanyu-  

#banjaransari

Ijinkanlah lagi | berbagi laguan | nama Banjaransari. I Yang sembilan belas | langkah suku kata | enam, enam dan tujuh.

Sembari mengingat | mari bercerita | bertukar-tukar kata. | Tentang perempuan | yang diuji dendam | sebut saja Pancali.  

Drupadi adalah | namanya yang lain | putri Prabu Drupada. | Yang dipertaruhkan | dalam perjudian | Pandawa dan Kurawa.  

Telah diniatkan | merebut Amarta |dengan tipu muslihat. | Rencana Sengkuni | membandari judi | negeri taruhannya.

Semula sambilan | selingan bersuka | bermain dan tertawa. | Lama-lama mabuk | hilang kendalinya | Sengkuni pun berjaya.  

Perhiasan emas | dan kereta kuda | prajurit dan senjata. | Menang lalu kalah | kalah lalu kalah | hangus dan kalah lagi.  

Puntadewa kobar | dibakar percaya | masih ada harapan. | Menyodorkan diri | dan saudaranya | dan Drupadi istrinya.

Sengkuni tertawa | karena si dadu | ada di genggamannya. | Diputarnya pelan | hatinya berbunga | angkanya telah pasti.  

Perjudian bubar | Drupadi diseret | ditelanjangi dengus. | Tatapan yang rakus | juga kemenangan | gelegak menggelombang.  

Pandawa menyurut | tersulut amarah | tersandung kekalahan. | Tersungkur tersangkar | terkurung hukuman | mematung tak berdaya.

Sedangkan Drupadi | dijambak rambutnya | dicampakkan kainnya. | Pancali menggerung | dalam keheningan | ruang dan orang-orang.  

Dikoyak setia | disayat baktinya | kepada Puntadewa. | Maka di matanya | bukan lagi air | tapi kabut yang pekat.  

Tidak pencar pudar | hingga perang tiba | lukanya terobatkan. | Juga rambut panjang | memulungi perih | yang cecer berserakan.  

Gegas yang menunggu | tahun-tahun lambat | dan ujian yang berat. | Namanya Drupadi | sekira bertemu | salamkanlah rinduku.  

Dendam bisa pudar | cinta bisa luntur | tapi tidak untuknya. | Mereka bercampur | tanpa pagar lagi | perang bukan balasan.

Belum habis kertas | lanjutkan sendiri | Banjaransari ini. | Masih banyak lakon | menunggu giliran | ingin kamu kisahkan. *dog

#irim

Irim-irim kudendangkan | berbaris tiga-tiga | empat bait panjangnya. | Duapuluh dua angka | delapan tujuh tujuh | kecap suku katanya.

Adalah senandung bunga | bunga apakah kamu | berbunga-bunga aku. | Warna seiring wanginya | mekar manakah kamu | musim apakah aku.  

Musimnya lalat merubung | juga kumbang terpasung | bunga alum melayu. | Lalu duri menegaskan | hari-hari terlantar | terkubur sia-sia.  

Akar-akar bertautan | mengucap lagi janji | menyerap lagi sari. | Sementara masih juga | tanah pecah membelah | dahaga yang kerontang.

Masih mekarkah di situ | sudah kumbangkah aku | si wangi sudah pergi. | Dengan cara apa lagi | kita saling bertemu | melara luka-luka.  

Meluruhkan daun-daun | meluruskan semimu | melaraskan kuncupku. | Hujan akan mengekalkan | lalu dan lalang kaki | sepi dan beku hati.  

Riuh rayu kerinduan | bait-bait harian | jalinan nada-nada. | Juga tawa yang menusuk | gelinjang yang menisik | ingatan yang menikam.

Terjaga aku olehmu | irim-irim lagunya | Darmawangsa masanya. | Tuntas sudah kulagukan | untuk satu penanda | kita pernah di sana.  


Irim-irim adalah format puisi lama (Masa Prabu Darmawangsa Teguh). Tiap baiit 22 suku kata (8-7-7) Terima kasih telah menyimak

#pagi

Yang menang pun yang menangis, mengenang segala menggunung maupun menggenang, selamat pagi.

Yang menggelung, pun yang menggelangi rambutnya, yang menangga tinggi maupun menunggu, selamat pagi juga.

Yang berpendar, pun yang berbinar, yang mencair hatinya, selamat pagi juga.

Yang berdua, yang berdoa, yang berdiyan berdaun-daun pucuk cintanya, selamat pagi jug and ga.

Yang membentuk, yang menumbuk, pun yang membatik masa depannya, selamat pagi juga.