Saturday, November 12, 2011

#diary

Penghindaranku tak lebih kuat dari tambak jerami, sedang pesonamu banjir bandang lautan lepas. -Narasoma- #diary

Di balik singgasana, ada tombak, pedang, dan darah tentu saja. Hanya orang besar yang mampu. -Sengkuni- #diary

Aku dan istriku dulu bermusuhan. Di tempat terang aku menang, di kegelapan aku kalah telak. Dan jadilah. -Udawa- #diary

Tanah liat. Dulu lucu, sekarang kotor. Akulah yang berubah. -Citrawati- #diary

#scene

Hi Drew... *diam. Hi Drew... Drew...padi... #scene

Anda yakin mau bercerai? | Ya. | Nama anda? | Kamajaya. | ??? *hakimnya dalang. #scene

Hormat Senjataaa... Grak! *gaduh di barisan... senjata Arjuna terlalu banyak. #scene

Pan gua kaga niat nyakti, udah sakti dari sononya. *gatotkaca *lenong #scene

Kurusetra gelap. Hujan panah. Di pojok taman kanak-kanak, seorang gadis kecil menangis. #scene

Selamatan di kampung. Panggang ayam mulai di bagi. Di halaman sedang wayangan, Dursasana Jambak. #scene

Drupadi baru saja gagal ditelanjangi. Di sebuah ballroom, beberapa wayang berpindah tangan. Cinderamata. #scene

Pertarungan seimbang. Rama terdesak. Rahwana hampir menang. Cut! #scene

Di sebuah perjamuan makan malam, Pandawa dan Kurawa. Penonton jatuh hati pada pemeran utama. #scene

Rama tergugu kehilangan. Sinta meraung, karena tak seputih Santi. #scene

Seekor burung belajar terbang, menabrak jendela istana. Presiden sedang mematut diri, berkaca. Kera-kera menambak laut. #scene

#diary

Gunjingkan semaumu, tapi aku tidak mengetuk semua pintu, hanya laki-laki yang baik hatinya. -Banowati- #diary

Bukan menyombongkan diri jika tak semua ketukan di pintu kubukakan. -Arjuna- #diary

Pintu untuk diketuk, dibuka paksa, didobrak biar semuanya terbuka. -Duryudana- #diary

Buatmu, pintu untuk dikunci. Dan anak kuncinya sirna. -Amba- #diary

Aku kemarau, maka pintuku tak berdaun. -Hagnyanawati- #diary

Dari pintu ke pintu -Bagong- | Petruk: Hush... Jangan menjiplak lagu. #diary

Rumah saya itu pintu semua. -Gareng- | Petruk: maksud Gareng, rumahnya blak-blakan. #diary

Itu pintu kalian. Cukup buatku sekali saja melewatinya. Sebelum hanyut. -Karna- #diary

#penget

Nadyan ngrungkebi greget, muga tan korub jroning karep. -Abyasa- #penget

Wani menek dhuwur, kudu wani tiba kanteb. -Kresna- #penget

Aja dumeh lumaku dalan rata, ana kalane kasandhung rasa. -Janaka- #penget

Yen kepeksane mrucut saka kudangan, aja tiba ing watu gilang. -Bisma- #penget

Rumangsa bener iku lamun kaladuk mahanani kebat kliwating tanduk. -Salya- #penget

#diary

Aku bukan rela, cuma gampang lupa. -Gendari- #diary

Aku juga, bukan rela, tapi sudah kehabisan cara. -Sentanu- #diary

Bukan rela, aku cuma takut jadi turun harga. -Urwasi- #diary

Kalian mengira aku rela, bukan, aku tak peduli. -Citrawati- #diary

Aku rela, bukan sedih tapi setelah marah yang terlampau. -Rama- #diary

Aku rela? Bukan, aku dendam karena tak sampai, pun sampai nanti. -Aswatama- #diary

Rela itu tak berhitung, juga jika tak masuk hitungan. -Puntadewa- #diary

Tak punya apa-apa untuk direlakan. Duniaku berbeda. -Parasu- #diary

Berabad-abad, menjaga cinta. -Panakawan- #diary

Setelah mencoba dan tak bisa-bisa, kami rela menjadi jahat. -Denawa- #diary

Rela nyanyi-nyanyi, lalu rela tidak dimengerti. -Pesindhen- #diary

Rela disayangi. -Dalang- *hoekkk BUBAR-BUBAR. Saya gak rela!!! #diary

#wakya

Adalah kata-kata. Samodrawakya, bahasa laut yang menampung bah, luap yang membanjiri hari-harimu, juga jelajah kapal kembaramu. #wakya

Akasawakya, bahasa langit yang menggelombangkan gambaran anganmu, menjangkau tepi yang paling tepi. Ke jauh yang paling nun. #wakya

Haldakawakya, bahasa gunung. Tantangan mendaki pada seluruh liku jurang bukit hidupmu. Memilih jalur, menjalarkan berlalunya waktu. #wakya

Jenggalawakya, bahasa rimba, mengejutkan dugaan, sesat kiblat yang murni dan perawan, damai yang mengancam, waspada yang diselalukan. #wakya

Wardayawakya, bahasa hati, yang memperkenalkan lagi akumu akuku kepada si mengakui, getaran yang tak butuh tumpangan untuk sampai. #wakya

#sanditama #sandinyolko

Ksatria tidak membidik dari kegelapan, tidak menyerang tanpa peringatan. Lukanya disamarkan, sakitnya digelakkan. -Kresna- #sanditama

Perang Malam, gelap adalah bagiannya. Meski begitu, aku membidik hanya setelah kalian siap. -Karna- #sanditama

Sesumbar itu seumpama guntur, hujan itu pertarunganmu, banjir itu kemenangan yang melenakan. Lupa diri. -Narasoma- #sanditama

Kalau ratusan panah telah menyakitimu, semoga satu panahku menyembuhkan kita. -Amba- #sanditama

Petruk: Gong, Berani karena Benar. | Bagong: Bukan Truk, Berani Bersalah karena Takut. #sandinyolko

Petruk: Gong, Pemuda Bersumpah. | Bagong: Truk, khusus kasusku, karena Pemudi Menyumpah. #sandinyolko

Petruk: Gong, Bapakmu Penyair ya? | Bagong: Bukan. | Petruk: wah... *matigaya #sandinyolko

Petruk: Gong, dia demam, panas, pegang aja dahinya. | Bagong: Ini Singa kan, Truk? #sandinyolko